Membangun kolam renang pribadi merupakan investasi yang menyenangkan, namun Anda harus merencanakannya secara matang. Tanpa perhitungan yang teliti, anggaran Anda bisa membengkak di tengah jalan. Oleh karena itu, simak panduan cara menghitung budget kolam renang rumahan berikut ini agar keuangan Anda tetap aman dan terkendali di tahun 2026.
Tentukan Ukuran dan Jenis Kolam Terlebih Dahulu
Langkah pertama yang sangat penting adalah memilih ukuran kolam yang realistis sesuai luas lahan. Sebagai contoh, kolam ukuran $3 \times 5$ meter menjadi pilihan populer bagi pemula dengan biaya sekitar Rp 200 jutaan. Anda juga harus memilih jenis material, seperti beton yang awet namun mahal, atau fiberglass yang lebih praktis dan terjangkau.
Hitung Biaya Material Pokok Per Meter Persegi
Rata-rata pembangunan kolam beton membutuhkan biaya material sebesar Rp 5-8 juta per meter persegi. Biaya ini sudah mencakup kebutuhan besi beton, semen, hingga pasir urug yang berkualitas. Selanjutnya, Anda perlu menambahkan 20% dana cadangan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bangunan akibat inflasi di tahun 2026 ini.
Alokasikan Anggaran untuk Upah Tukang dan Mandor
Biaya tenaga kerja di Jakarta pada tahun 2026 untuk tim berjumlah 6-10 orang berkisar antara Rp 50 hingga 80 juta. Sebaiknya, Anda memilih kontraktor yang sudah berlisensi agar hasil kerja mereka rapi dan memuaskan. Dengan demikian, Anda bisa menghindari risiko biaya renovasi tambahan akibat kesalahan teknis saat proses pembangunan berlangsung.
Jangan Lupakan Sistem Pompa dan Pemipaan
Anda perlu mengalokasikan dana sekitar Rp 30 hingga 50 juta untuk pengadaan pompa filter dan pipa PVC berkualitas. Sistem sirkulasi ini wajib beroperasi secara terus-menerus agar air kolam tetap jernih dan sehat. Oleh sebab itu, pilihlah merek pompa yang sudah teruji keawetannya agar Anda bisa menghemat biaya listrik bulanan secara signifikan.
Tambahkan Biaya Finishing dan Fitur Mewah
Penggunaan ubin mosaik atau lapisan epoxy yang cantik biasanya memakan biaya sekitar Rp 40 hingga 70 juta. Jika anggaran Anda masih mencukupi, Anda bisa menambahkan lampu LED bawah air atau jet spa untuk meningkatkan kenyamanan. Namun, pastikan Anda tetap memprioritaskan pemasangan deck kayu di pinggir kolam demi menjamin keselamatan anggota keluarga.
Survei Lahan dan Perizinan Sangat Penting
Jangan pernah meremehkan biaya survei tanah dan pengurusan IMB yang bisa mencapai Rp 30 juta secara total. Langkah legalitas ini sangat penting guna menghindari denda dari pihak berwenang atau masalah dengan lingkungan sekitar. Selain itu, Anda juga harus memperhitungkan biaya listrik tambahan yang akan rutin keluar setiap bulannya.
Perawatan Jangka Panjang Sebagai Penutup
Setelah kolam jadi, Anda tetap harus menyiapkan biaya perawatan rutin sebesar Rp 20 hingga 30 juta per tahun. Meskipun terlihat mahal di awal, investasi ini akan meningkatkan nilai properti Anda hingga 25% di masa depan. Akibatnya, rumah Anda tidak hanya menjadi tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga aset yang sangat menguntungkan.
