Biaya Pembuatan Kolam Renang Minimalis di Tahun 2026

Biaya Pembuatan Kolam Renang Minimalis di Tahun 2026

Kolam renang pribadi telah menjadi investasi yang semakin diminati oleh pemilik rumah modern, terutama dengan desain minimalis yang hemat lahan dan biaya.

Memahami rincian biaya pembuatan kolam renang di tahun 2026 adalah langkah penting untuk merencanakan budget dengan tepat

dan menghindari pengeluaran yang tidak terduga. Artikel ini menyajikan estimasi biaya terkini lengkap

dengan breakdown detail untuk berbagai ukuran kolam renang minimalis, membantu Anda membuat keputusan investasi yang cerdas dan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Estimasi Biaya per Meter Persegi untuk Kolam Minimalis

Dalam estimasi biaya pembuatan kolam renang di tahun 2026, harga per meter persegi berkisar antara Rp 3.500.000 hingga Rp 5.000.000 untuk

tipe kolam sederhana dengan sistem skimmer, sedangkan untuk tipe premium dengan sistem overflow,

harganya mencapai Rp 5.500.000 hingga Rp 7.500.000 per meter persegi. Metode perhitungan per meter persegi ini lebih akurat dibandingkan

hanya mengalikan panjang x lebar, karena mencakup seluruh luas pekerjaan struktur termasuk lantai dan dinding kolam yang memerlukan material

dan pengerjaan yang kompleks. Untuk menghitung total biaya, gunakan rumus: Luas Lantai (P x L) + Luas Dinding (Keliling x Kedalaman) = Total Luas Pekerjaan,

kemudian kalikan dengan harga per meter persegi yang Anda sepakati. Penting untuk memahami bahwa harga ini hanya mencakup konstruksi struktur dasar

dan finishing standar, belum termasuk peralatan mesin, sistem pompa, dan aksesori tambahan yang akan meningkatkan total biaya.

Rincian Biaya Kolam Renang Ukuran 3 x 6 Meter

Kolam renang dengan ukuran 3 x 6 meter merupakan pilihan paling populer untuk rumah minimalis karena cukup luas untuk berenang

namun tidak terlalu memakan lahan. Berdasarkan estimasi tahun 2026, biaya pembuatan kolam renang 3 x 6 meter dengan kedalaman 1,2-1,5 meter

dapat dirincikan sebagai berikut: biaya konstruksi berkisar Rp 54.000.000 hingga Rp 68.400.000 (dengan estimasi Rp 3.000.000-Rp 3.800.000 per meter),

mesin dan peralatan (pompa, filter, lampu) berkisar Rp 30.000.000 hingga Rp 40.000.000, dan tenaga kerja sekitar Rp 20.000.000 hingga Rp 30.000.000.

Total estimasi biaya pembuatan kolam 3 x 6 meter adalah sekitar Rp 107.000.000 hingga Rp 146.400.000, tergantung pada material

yang dipilih, kualitas peralatan, dan kondisi lapangan. Biaya ini sudah mencakup waterproofing, finishing keramik standar, instalasi sistem sirkulasi dasar, dan pengujian kolam sebelum penggunaan.

Perhitungan Untuk Kolam Ukuran 3 x 7 Meter

Untuk kolam renang yang sedikit lebih besar dengan ukuran 3 x 7 meter dan kedalaman 1,5 meter, estimasi biaya di tahun 2026 mencapai

sekitar Rp 130.750.000 berdasarkan perhitungan dengan sistem skimmer standar. Perhitungan ini meliputi: biaya pengerjaan per meter persegi

Rp 3.500.000 x 21 m² (luas lantai) = Rp 73.500.000, ditambah sistem pompa Rp 20.000.000 (menggunakan Hayward atau setara),

pengisian air PDAM Rp 500.000, biaya tambahan dan operasional sekitar Rp 36.750.000. Ukuran 3 x 7 meter sangat cocok untuk keluarga

yang menginginkan kolam yang lebih memanjang untuk berenang lap atau untuk olahraga ringan.

Perbedaan biaya antara kolam 3 x 6 dan 3 x 7 tidak terlalu signifikan karena peningkatan volume hanya sekitar 3 meter, namun perbedaan ini akan lebih terasa pada biaya peralatan dan air pengisian.

Komponen Biaya Detail yang Harus Dipertimbangkan

Biaya pembuatan kolam renang tidak hanya mencakup struktur dasar saja, tetapi juga berbagai komponen penting yang sering terlupakan dalam perhitungan awal.

Komponen-komponen tersebut antara lain: galian dan pengerjaan struktur beton bertulang (Rp 15.000.000-Rp 25.000.000),

waterproofing berlapis (Rp 5.000.000-Rp 10.000.000), finishing keramik atau mozaik (Rp 500.000-Rp 1.500.000 per m²),

pompa air berkualitas (Rp 7.000.000-Rp 20.000.000), filter pasir (Rp 5.000.000-Rp 10.000.000), lampu bawah air (Rp 5.000.000-Rp 7.000.000),

dan aksesoris seperti tangga, skimmer box, dan inlet fitting (Rp 10.000.000-Rp 18.000.000).

Biaya pengisian air awal berkisar Rp 2.000.000 hingga Rp 2.400.000 tergantung pada volume kolam dan harga air tangki di wilayah Anda,

serta biaya treatment air awal sekitar Rp 1.500.000. Penting untuk meminta rincian detail dari kontraktor untuk memastikan

semua komponen sudah termasuk dalam penawaran harga dan tidak ada biaya tersembunyi yang akan muncul kemudian.

Perbedaan Biaya Sistem Sirkulasi Skimmer versus Overflow

Pilihan sistem sirkulasi kolam akan sangat mempengaruhi total biaya pembuatan, dengan sistem skimmer

yang lebih sederhana menjadi lebih terjangkau dibandingkan sistem overflow yang lebih mewah.

Sistem skimmer dengan biaya konstruksi borongan Rp 3.500.000-Rp 5.000.000 per m² merupakan pilihan ekonomis yang cocok untuk kolam rumah minimalis,

karena level air berada sekitar 10 cm di bawah bibir kolam dan tidak memerlukan balancing tank tambahan. Sistem overflow

yang premium dengan biaya Rp 5.500.000-Rp 7.500.000 per m² memerlukan desain yang lebih kompleks termasuk saluran pembuangan khusus, grating,

dan balancing tank, memberikan tampilan yang lebih mewah dan modern dengan air yang meluap di bibir kolam.

Perbedaan biaya antara kedua sistem dapat mencapai Rp 40.000.000 hingga Rp 60.000.000 untuk kolam ukuran standar,

namun sistem overflow memberikan nilai estetika dan maintenance yang lebih baik dalam jangka panjang.

Sebagian besar pemilik rumah minimalis memilih sistem skimmer karena biaya yang lebih terjangkau dan perawatan yang lebih sederhana dengan estimated biaya maintenance hanya 5% dari total pembuatan per tahunnya.

Biaya Tambahan yang Sering Terlupakan

Ketika merencanakan budget pembuatan kolam renang, banyak pemilik rumah lupa memperhitungkan biaya tambahan

yang seringkali muncul saat pembangunan berlangsung. Biaya-biaya tersebut antara lain: perizinan

dan administrasi (Rp 5.000.000-Rp 15.000.000 tergantung daerah), excavation atau penggalian tanah

yang lebih dalam dari perkiraan (Rp 5.400.000 untuk 27 m³), pemindahan utilitas atau pipa existing jika ada (Rp 10.000.000-Rp 20.000.000),

perbaikan lapisan tanah yang lembek atau buruk (Rp 20.000.000-Rp 40.000.000), dan finishing landscaping di sekitar kolam (Rp 10.000.000-Rp 30.000.000).

Biaya perawatan bulanan juga perlu dianggarkan, berkisar Rp 900.000 hingga Rp 1.800.000 per bulan untuk maintenance rutin

termasuk pembersihan vacuum, sikat dinding, penggantian filter, serta bahan kimia seperti klorin dan pH regulator.

Mengalokasikan budget cadangan sekitar 15-20% dari total estimasi biaya pembuatan adalah strategi yang bijak untuk mengantisipasi biaya tidak terduga yang mungkin muncul selama proses konstruksi.

Tips Hemat Membangun Kolam Renang Minimalis di 2026

Untuk menghemat biaya pembuatan kolam renang tanpa mengorbankan kualitas, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan di tahun 2026.

Pertama, pilih ukuran kolam yang proporsional dengan lahan Anda (3 x 5 atau 3 x 6 meter cukup untuk rumah pribadi) karena semakin besar ukuran,

semakin besar biaya yang dikeluarkan. Kedua, pilih sistem skimmer dibanding overflow karena lebih sederhana dan terjangkau

dengan harga sekitar Rp 3.5-5 juta lebih murah. Ketiga, gunakan material finishing standar seperti keramik mozaik lokal dibanding batu alam impor,

yang bisa menghemat hingga Rp 30.000.000. Keempat, koordinasikan dengan kontraktor berpengalaman untuk mendapatkan harga terbaik

dan menghindari kesalahan konstruksi yang mahal diperbaiki. Kelima, lakukan survei lapangan menyeluruh agar tidak ada biaya tambahan

yang muncul kemudian. Terakhir, jika budget sangat terbatas, Anda bisa memulai dengan kolam sederhana berukuran 3 x 5 meter dengan biaya sekitar Rp 100 juta, kemudian upgrade secara bertahap seiring waktu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *