Langkah praktis merawat air kolam renang jernih dan higienis 2026

Cara Merawat Kolam Renang Agar Jernih & Tanpa Bau Kaporit

Banyak pemilik kolam renang pemula mengira bahwa bau kaporit yang menyengat adalah tanda air yang bersih. Padahal, bau tajam tersebut justru muncul akibat adanya ikatan kimia bernama kloramin yang menandakan air sedang kotor. Oleh karena itu, Anda perlu memahami cara merawat kolam renang yang benar agar air tetap bening kristal tanpa mengganggu indra penciuman.

Ukur Kualitas Air Setiap Pagi dan Sore

Anda wajib menjaga kadar pH pada rentang $7.2$ hingga $7.6$ serta klorin antara $1$ hingga $3$ ppm secara rutin. Gunakanlah test strip atau kit digital dua kali sehari untuk memantau perubahan kualitas air secara akurat. Jika pH air terlalu asam, segera tambahkan soda ash sedikit demi sedikit agar air tetap jernih dan tidak menyebabkan iritasi pada mata.

Pastikan Sirkulasi Pompa Berjalan Minimal Delapan Jam

Sirkulasi air yang buruk merupakan penyebab utama tumbuhnya bakteri dan lumut di sudut-sudut kolam renang. Oleh sebab itu, jalankanlah pompa filter minimal 8 hingga 12 jam setiap hari agar seluruh lapisan air tersaring dengan sempurna. Anda juga bisa memasang timer otomatis guna menghemat listrik sekaligus memastikan pasokan oksigen dalam air tetap terjaga sepanjang waktu.

Bersihkan Skimmer dan Debris Secara Rutin

Kumpulkanlah kotoran seperti daun kering, serangga, atau plastik yang terapung di permukaan air menggunakan jaring manual. Selain menjaga estetika, membersihkan wadah skimmer secara berkala akan mencegah penyumbatan pada sistem pemipaan kolam Anda. Akibatnya, kinerja pompa akan tetap optimal dan penyebaran bahan kimia pembersih menjadi lebih merata ke seluruh area.

Sikat Dinding dan Dasar Kolam Seminggu Sekali

Meskipun air terlihat jernih, lapisan lendir atau bakal lumut seringkali menempel pada ubin dan garis batas air. Gunakanlah sikat nilon berkualitas untuk menyikat seluruh permukaan dinding dan dasar kolam setidaknya satu kali dalam seminggu. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk menghilangkan spora lumut sebelum mereka berkembang biak dan membuat air kolam menjadi keruh.

Stabilkan Klorin Menggunakan Cyanuric Acid

Anda dapat menggunakan Cyanuric Acid (CYA) sebagai pelindung klorin dari paparan sinar ultraviolet matahari yang sangat terik di tahun 2026. Dengan kadar stabilizer yang tepat, klorin tidak akan cepat menguap sehingga Anda tidak perlu terus-menerus menambah zat kimia secara berlebihan. Selain menghemat biaya operasional, cara ini juga mampu menghilangkan bau tajam kaporit yang biasanya muncul akibat penguapan dini.

Ganti Sebagian Air Secara Berkala

Proses penggantian sekitar 10 persen volume air setiap dua minggu sangat bermanfaat untuk membuang mineral keras dan sisa kotoran organik. Setelah mengisi ulang dengan air segar, lakukanlah teknik shocking atau pemberian klorin dosis tinggi pada malam hari. Selanjutnya, biarkan air bersirkulasi hingga pagi agar warna air kembali cerah alami dan terasa segar saat Anda gunakan kembali.

Tutup Kolam Saat Malam Hari Untuk Mengurangi Penguapan

Gunakanlah cover bubble solar untuk menutupi permukaan kolam setiap kali aktivitas berenang telah selesai di sore hari. Penutup ini berfungsi untuk menjaga suhu air tetap stabil sekaligus mencegah debu serta kotoran masuk ke dalam kolam saat malam hari. Selain itu, penggunaan cover dapat menghemat penggunaan bahan kimia hingga 30 persen karena proses penguapan zat aktif bisa terhambat secara maksimal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *